a l y n n
Kala gelisah menjamu dalam ketermanguan,
beginilah cinta kueja dalam kata:
“Lelah akhirnya, hanya ada getar lemah yang tersisa. Seterusnya, kata-kata tak berwujud sapa. Aku hanya bisa menerima jika ini memang seharusnya”.
Dan beginilah cinta kujamu dengan doa, ketika hati menyapa ruang hampa dan mencari sandarannya:
“Tuhan, temani aku dalam gelisah ini. Itu saja”.
Tak pernah ada kata sia-sia untuk sebuah doa. Setitik terang terpendar, di keesokan harinya. Kupagut lagi cinta dalam rona senyum yang menepikan praduga:
“Mendekap siang, menimang mimpi. Jalani lagi, getar yang tak sempat mengendus ragu dalam lajunya”.
Dan aku akan sabar menanti. Semoga Allah mengizinkan Sakinah bersamamu hadir suatu hari nanti hingga kelak dikumpulkan kembali sampai di Surga-Nya nanti.”
kalau kau tanya apa itu cinta
lihatlah dimataku
cinta telah meninggalkan jejak cahaya disana
kalau kau tanya kenapa bisa begitu
jawabnya adalah kamu
kalau masih ada pertanyaan kenapa harus kamu
terus terang..
aku tak tahu
karena kata-kata
tak sanggup lagi menenyampaikan isyarat hatiku


